Qunut nazilah adalah do'a qunut yang
dilakukan ketika terjadi suatu kejadian besar berkaitan dengan kaum muslimin
seperti musibah, kekalahan, penindasan dst.
Dalil-dalil tentang disyariatkannya
qunut nazilah:
1. Hadits Anas bin Malik radhiyallahu
'anhu:
ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﻨَﺖَ ﺷَﻬْﺮًﺍ ﻳَﻠْﻌَﻦُ ﺭِﻋْﻼً ﻭَﺫَﻛْﻮَﺍﻥَ ﻭَﻋُﺼَﻴَّﺔَ ﻋَﺼَﻮُﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ
"Sesungguhnya Nabi shalallahu
'alaihi wa sallam melakukan qunut selama sebulan penuh, Beliau mendoakan laknat
untuk Ri'lan, Dzakwan dan 'Ushayyah yang mereka telah bermaksiat kepada
Allah." [1]
2. Hadits Anas bin Malik radhiyallahu
anhu:
" ﺃَﻥَّ ﺭِﻋْﻼً ﻭَﺫَﻛْﻮَﺍﻥَ ﻭَﻋُﺼَﻴَّﺔَ ﻭَﺑَﻨِﻲ ﻟَﺤْﻴَﺎﻥَ
ﺍﺳْﺘَﻤَﺪُّﻭﺍ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﺪُﻭٍّ ﻓَﺄَﻣَﺪَّﻫُﻢْ
ﺑِﺴَﺒْﻌِﻴﻦَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺄَﻧْﺼَﺎﺭِ ﻛُﻨَّﺎ ﻧُﺴَﻤِّﻴﻬِﻢُ ﺍﻟْﻘُﺮَّﺍﺀَ ﻓِﻲ ﺯَﻣَﺎﻧِﻬِﻢْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ
ﻳَﺤْﺘَﻄِﺒُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺣَﺘَّﻰ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﺑِﺒِﺌْﺮِ ﻣَﻌُﻮﻧَﺔَ
ﻗَﺘَﻠُﻮﻫُﻢْ ﻭَﻏَﺪَﺭُﻭﺍ ﺑِﻬِﻢْ ﻓَﺒَﻠَﻎَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
ﻓَﻘَﻨَﺖَ ﺷَﻬْﺮًﺍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻓِﻲ ﺍﻟﺼُّﺒْﺢِ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺣْﻴَﺎﺀٍ ﻣِﻦْ ﺃَﺣْﻴَﺎﺀِ ﺍﻟْﻌَﺮَﺏِ
ﻋَﻠَﻰ ﺭِﻋْﻞٍ ﻭَﺫَﻛْﻮَﺍﻥَ ﻭَﻋُﺼَﻴَّﺔَ ﻭَﺑَﻨِﻲ ﻟَﺤْﻴَﺎﻥَ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻧَﺲٌ ﻓَﻘَﺮَﺃْﻧَﺎ
ﻓِﻴﻬِﻢْ ﻗُﺮْﺁﻧًﺎ ﺛُﻢَّ ﺇِﻥَّ ﺫَﻟِﻚَ ﺭُﻓِﻊَ ( ﺑَﻠِّﻐُﻮﺍ ﻋَﻨَّﺎ ﻗَﻮْﻣَﻨَﺎ ﺃَﻧَّﺎ
ﻟَﻘِﻴﻨَﺎ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻓَﺮَﺿِﻲَ ﻋَﻨَّﺎ ﻭَﺃَﺭْﺿَﺎﻧَﺎ )
"Suku Ri’lan, Dzakwan, Ushiyyah,
dan Bani Lihyan meminta bantuan orang kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa
sallam untuk berlindung dari musuh, Beliau shallallahu’alaihi wa sallam
memberikan bantuan tujuh puluh orang Anshor yang kami sebut sebagai Qurra’
dizaman mereka, yaitu mereka yang
mencari bakar di siang hari dan menegakkan shalat lail di malam hari, namun
ketika mereka (para Qurra' ini) berada di perjalanan dan sampai di sumur
Ma’unah, mereka dikhianati (dibunuh) oleh ke empat suku tadi, Maka berita
tersebut sampai kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, maka Beliau
melakukan Qunut Nazilah selama sebulan pada shalat shubuh mendoakan kehancuran
terhadap suku Ri’lan, Dzakwan, Ushiyyah, dan Bani Lahyan.
Anas berkata: "Kami pernah membaca
ayat Al Qur’an diturunkan tentang orang-orang yang dibunuh di sumur Ma’unah
tersebut , kemudian ayat tersebut diangkat (mansukh) sesudah itu", (ayat
tersebut adalah:)
ﺑَﻠِّﻐُﻮﺍ ﻋَﻨَّﺎ ﻗَﻮْﻣَﻨَﺎ ﺃَﻧَّﺎ ﻟَﻘِﻴﻨَﺎ
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻓَﺮَﺿِﻲَ ﻋَﻨَّﺎ ﻭَﺃَﺭْﺿَﺎﻧَﺎ
"Sampaikanlah kepada kaum kami
bahwa kami telah bertemu dengan Tuhan kami, maka Dia ridha kepada kami dan
kamipun ridha kepada-Nya". [2]
3. Hadits Anas bin Malik radhiyallahu
anhu:
ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟْﻘُﻨُﻮﺕُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ ﻭَﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ
" Adalah qunut tersebut pada shalat
Maghrib dan Isya." [3]
4. Hadits Al Bara' bin 'Azib
radhiyallahu 'anhu:
ﻗَﻨَﺖَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﻓِﻲ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏ
"Rasulullah shalallahu 'alaihi wa
sallam melakukan qunut dishalat subuh dan maghrib." [4]
5. Hadits Abu Hurairah radhiyallohu
'anhu:
ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛَﺎﻥَ
ﺇِﺫَﺍ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻤِﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻤَﻦْ ﺣَﻤِﺪَﻩُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﻛْﻌَﺔِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦْ ﺻَﻠَﺎﺓِ
ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀِ ﻗَﻨَﺖَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺞِ ﻋَﻴَّﺎﺵَ ﺑْﻦَ ﺃَﺑِﻲ ﺭَﺑِﻴﻌَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺞِ
ﺍﻟْﻮَﻟِﻴﺪَ ﺑْﻦَ ﺍﻟْﻮَﻟِﻴﺪِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺞِ ﺳَﻠَﻤَﺔَ ﺑْﻦَ ﻫِﺸَﺎﻡٍ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺞِ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻀْﻌَﻔِﻴﻦَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺷْﺪُﺩْ ﻭَﻃْﺄَﺗَﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﻀَﺮَ
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺟْﻌَﻠْﻬَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺳِﻨِﻴﻦَ ﻛَﺴِﻨِﻲ ﻳُﻮﺳُﻒَ
"Bahwasanya Nabi shalallahu 'alaihi
wa sallam dalam rakaat terakhir setelah mengucapkan "Sami'allohu Liman
Hamidah" dishalat Isya maka Beliau mengucapkan doa: "Ya Allah,
selamatkanlah 'Ayyas bin Abi Rabi'ah, Ya Allah selamatkanlah Al Walid bin Al
Walid, Ya Allah selamatkanlah Salamah
bin Hisyam, Ya Allah selamatkanlah orang-orang beriman yang tertindas, Ya Allah
sempitkanlah jalan-Mu terhadap suku Mudhar, jadikanlah (kemarau panjang) di
tahun-tahun mereka seperti tahun-tahun dimasa yusuf". [5]
6. Hadits Abu Hurairah radhiyallohu
'anhu:
ﻷﻗَﺮِّﺑَﻦَّ ﺻَﻠَﺎﺓَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﻜَﺎﻥَ ﺃَﺑُﻮ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻳَﻘْﻨُﺖُ
ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﻛْﻌَﺔِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦْ ﺻَﻠَﺎﺓِ ﺍﻟﻈُّﻬْﺮِ ﻭَﺻَﻠَﺎﺓِ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀِ ﻭَﺻَﻠَﺎﺓِ
ﺍﻟﺼُّﺒْﺢِ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﺎ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺳَﻤِﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻤَﻦْ ﺣَﻤِﺪَﻩُ ﻓَﻴَﺪْﻋُﻮ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ
ﻭَﻳَﻠْﻌَﻦُ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭَ
"Sungguh benar-benar Aku akan
mencontohkan shalat Nabi shalallahu alaihi wa sallam, dan adalah Beliau (Abu
Hurairah) melakukan qunut dirakaat terakhir dishalat Dzuhur, Isya dan Shubuh,
setelah mengucapkan "Sami'allohu Liman Hamidah", Beliau berdoa
kebaikan untuk kaum mukminin dan laknat terhadap orang-orang kafir." [6]
7. Hadits Ibnu 'Abbas radhiyallahu
'anhu:
ﻗَﻨَﺖَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺷَﻬْﺮًﺍ ﻣُﺘَﺘَﺎﺑِﻌًﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﻈُّﻬْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻌَﺼْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ
ﻭَﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀِ ﻭَﺻَﻠَﺎﺓِ ﺍﻟﺼُّﺒْﺢِ ﻓِﻲ ﺩُﺑُﺮِ ﻛُﻞِّ ﺻَﻠَﺎﺓٍ ﺇِﺫَﺍ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻤِﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻟِﻤَﻦْ ﺣَﻤِﺪَﻩُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮَّﻛْﻌَﺔِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺣْﻴَﺎﺀٍ ﻣِﻦْ ﺑَﻨِﻲ ﺳُﻠَﻴْﻢٍ
ﻋَﻠَﻰ ﺭِﻋْﻞٍ ﻭَﺫَﻛْﻮَﺍﻥَ ﻭَﻋُﺼَﻴَّﺔَ ﻭَﻳُﺆَﻣِّﻦُ ﻣَﻦْ ﺧَﻠْﻔَﻪ
"Rasulullah shalallahu 'alaihi wa
sallam melakukan qunut terus menerus selama satu bulan dishalat Dzuhur, Ashar,
Maghrib, Isya dan Subuh, disetiap akhir rakaat shalat setelah mengucapkan
Sami'allohu Liman Hamidah, Beliau mendoakan kebinasaan untuk Bani Sulaim,
Ri'lan, Dzakwan dan 'Ushayyah, maka orang-orang dibelakang Beliaupun meng
aminkannya." [7]
Dari uraian hadits-hadits di atas kita
bisa mengambil beberapa ringkasan hukum berkaitan dengan qunut nazilah
diantaranya :
1. Disyariatkannya qunut nazilah.
Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah
rahimahullah:
ﻓﻴﺸﺮﻉ ﺃﻥْ ﻳﻘﻨﺖَ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻨﻮﺍﺯﻝ، ﻳﺪﻋﻮ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ،
ﻭﻳﺪﻋﻮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ، ﻓﻲ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ، ﻭﻫﻜﺬﺍ ﻛﺎﻥ ﻋﻤﺮ ﻳﻘﻨﺖ ﻟﻤﺎ ﺣﺎﺭﺏ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ،
ﺑﺪﻋﺎﺋﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﻓﻴﻪ : ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻟﻌﻦْ ﻛﻔﺮﺓَ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ
"Maka disyariatkan untuk qunut
nazilah dengan mendoakan kebaikan untuk kaum mukminin dan kebinasaan bagi
orang-orang kafir di shalat subuh maupun diwaktu shalat lainnya, demikian pula
Umar radhiyallahu anhu melakukan qunut ketika memerangi orang-orang nashrani
dengan berdoa: " Ya Allah, laknatlah orang-orang kafir dari Ahlul
kitab". [8]
Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:
ﻭﻛﺎﻥ ﻫﺪﻳﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻟﻘﻨﻮﺕ ﻓﻲ
ﺍﻟﻨﻮﺍﺯﻝ ﺧﺎﺻﺔ، ﻭﺗﺮْﻛَﻪ ﻋﻨﺪ ﻋﺪﻣﻬﺎ، ﻭﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻳﺨﺼّﻪ ﺑﺎﻟﻔﺠﺮ، ﺑﻞ ﻛﺎﻥ ﺃﻛﺜﺮ ﻗﻨﻮﺗﻪﻓﻴﻬﺎ
"Dan diantara petunjuk Nabi
shalallahu alaihi wa sallam adalah melakukan qunut pada perkara nazilah secara
khusus, dan tidak melakukannya jika tidak terjadi, dan Beliau tidak pernah
mengkhususkannya dishalat subuh saja, namun yang paling sering Beliau lakukan
adalah dishalat shubuh tsb." [9]
2. Qunut nazilah dilakukan pada shalat
lima waktu dan yang paling sering dilakukan oleh Nabi shalallahu alaihi wa
sallam adalah pada shalat shubuh.
Dan para ulama berbeda pendapat tentang
hukum melakukan qunut pada shalat Jum'at.
Hal tersebut karena mereka menganggap
bahwa shalat Jum'at adalah bagian dari shalat lima waktu. Namun pendapat yang
benar -wallohu a'lam karena tidak adanya nukilan bahwa Nabi shalallahu alaihi
wa sallam melakukan qunut tersebut dihari jum'at maka hal tersebut menunjukkan
tidak disyariatkannya hal tersebut.
Berkata Asy Syeikh Ibnu 'Utsaimin
rahimahullah:
ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺍﻧﻪ ﻻ ﻳﻘﻨﺖ ﻓﻲ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ
ﻷﻥ ﺍﻟﺨﻄﺒﺔ ﻓﻴﻬﺎ ﺩﻋﺎﺀ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻭﻳﺪﻋﻰ ﻟﻤﻦ ﻳﻘﻨﺖ ﻟﻬﻢ ﺇﺛﻨﺎﺀ ﺍﻟﺨﻄﺒﺔ
"Para ulama mengatakan bahwa tidak
ada qunut pada shalat Jum'at, karena padanya telah terdapat khutbah yang
terdapat doa untuk kaum mukminin, dan didoakan pertengahan khutbah tersebut
dengan doa semisal seorang yang qunut." [10]
3. Qunut disyariatkan bagi penguasa kaum
muslimin.
Dari uraian hadits diatas bisa terlihat
bahwa pelaksanaan qunut nazilah dilakukan oleh penguasa kaum muslimin, namun
apakah hal tersebut juga berlaku untuk kaum muslimin secara keseluruhan bagi
yang telah diberikan izin dan perintah dari pemerintah yang sah??
Para ulama berbeda pendapat dalam hal
ini, namun pendapat yang benar -wallohu a'lam- adalah bahwa qunut nazilah
tersebut bisa dilakukan dimasjid-masjid kaum muslimin secara umum.
Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah
rahimahullah:
ﺍﻟﻘﻨﻮﺕ ﻣﺸﺮﻭﻉ ﻟﻜﻞ ﻣﺼﻞ ﺇﻣﺎﻣﺎً ﺃﻭ ﻣﺄﻣﻮﻣﺎً
ﺃﻭ ﻣﻨﻔﺮﺩﺍً ﻭﻫﻮ ﺃﺻﺢ ﺍﻷﻗﻮﺍﻝ
"Qunut disyariatkan bagi setiap
orang yang shalat baik sebagai imam, makmum maupun sendirian, dan inilah
pendapat yang paling benar." [11]
4. Do'a qunut di jaharkan (dikeraskan).
Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah telah
menukil kesepakatan tentang hal tersebut. [12]
5. Doa laknat terhadap orang-orang kafir
secara umum.
Berkata Ibnu Katsir rahimahullah:
ﻻ ﺧﻼﻑ ﻓﻲ ﺟﻮﺍﺯ ﻟﻌﻦ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ , ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﻋﻤﺮ
ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ , ﻭﻣﻦ ﺑﻌﺪﻩ ﻣﻦ ﺍﻷﺋﻤﺔ ﻳﻠﻌﻨﻮﻥ ﺍﻟﻜﻔﺮﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻨﻮﺕ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻓﺄﻣﺎ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮ
ﺍﻟﻤﻌﻴﻦ ﻓﻘﺪ ﺫﻫﺐ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺇﻟﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﻠﻌﻦ ﻻنه ﻻ ﻧﺪﺭﻱ ﺑﻤﺎ ﻳﺨﺘﻢ ﻟﻪ
"Tidak ada perbedaan pendapat
dikalangan para ulama tentang bolehnya melaknat orang-orang kafir, adalah Umar
bin Khattab radhiyallahu 'anhu dan para imam setelahnya melaknat orang-orang
kafir didalam doa qunut, adapun terhadap kafir mu'ayyan (perorangan) maka
sekelompok ulama berpendapat tidak boleh melaknatnya, karena kita tidak
mengetahui bagaimana akhir hidupnya." [13]
6. Doa qunut hendaklah ringkas.
Hal ini sebagaimana riwayat dari Anas
radhiyallahu anhu tatkala Beliau ditanya apakah Nabi shalallahu alaihi wa
sallam melakukan qunut dishalat subuh?? Maka Beliau menjawab:
ﻧَﻌَﻢْ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟﺮُّﻛُﻮﻉِ ﻳَﺴِﻴﺮًﺍ
"Iya, setelah rukuk dengan
sejenak." [14]
7. Doa qunut nazilah tidak ada lafadz
tertentu, namun disesuaikan dengan keadaan yang terjadi.
Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah
rahimahullah:
ﻓﺎﻟﺴﻨﺔ ﺃﻥ ﻳﻘﻨﺖ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻨﺎﺯﻟﺔ ﻭﻳﺪﻋﻮ ﻓﻴﻬﺎ
ﺑﻤﺎ ﻳﻨﺎﺳﺐ ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺍﻟﻤﺤﺎﺭﺑﻴﻦ
"Maka yang disunnahkan adalah qunut
ketika terjadi nazilah dan berdoa dengan doa yang sesuai dengan kondisi kaum
yang perangi tersebut." [15]
8. Disunnahkan bagi makmum untuk
mengucapkan "Aamiin" ketika imam berdoa, sebagaimana hadits diatas.
9. Mengangkat tangan ketika berdoa.
Hal tersebut sebagaimana datang dalam
riwayat Anas bin Malik radhiyallahu anhu Berkata:
ﻓَﻠَﻘَﺪْ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓِﻲ ﺻَﻠَﺎﺓِ ﺍﻟْﻐَﺪَﺍﺓِ ﺭَﻓَﻊَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻓَﺪَﻋَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ
"Sungguh aku melihat Rasulullah
shalallahu alaihi wa sallam shalat subuh dan mengangkat kedua tangannya dalam
berdoa." [16]
Berkata Abu Rafi':
ﺻﻠﻴﺖ ﺧﻠﻒ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻓﻘﻨﺖ
ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺮﻛﻮﻉ ، ﻭﺭﻓﻊ ﻳﺪﻳﻪ ، ﻭﺟﻬﺮ ﺑﺎﻟﺪﻋﺎﺀ
"Aku shalat dibelakang Umar bin Khaththab
radhiyallahu anhu, maka Beliau qunut setelah rukuk, dan mengangkat kedua
tangannya serta mengeraskan doa." [17]
Demikianlah beberapa hukum-hukum ringkas
berkaitan dengan qunut nazilah yang kita petik dari untaian hadits-hadits
Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.
Semoga tulisan ini bermanfaat.
Wallohu a'lam.
_______________
[1] Muttafaqun 'alaih
[2] HR. Bukhari
[3] HR. Bukhari
[4] HR. Muslim
[5] HR. Bukhari
[6] Muttafaqun 'alaih
[7] HR. Abu Daud
[8] Majmu' Al Fatawa (22/270)
[9] Zaadul Ma'ad (1/273)
[10] Majmu' Al Fatawa Lil 'Utsaimin
(16/155)
[11] Al Inshaf (4/136)
[12] Fathul Bari (2/491)
[13] Tafsir Ibnu Katsir (Pada tafsir
surah Al Baqarah: 159)
[14] HR. Muslim
[15] Majmu' Al Fatawa (21/155)
[16] HR. Ahmad
[17] HR. Al Baihaqi (2/212)
Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy
hafizhahullah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar