Kamis, 26 Oktober 2017

NIKMAT KEAMANAN


EDISI KHUTBAH JUM'AT

Oleh: Asy Syeikh Shaleh bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah

Khutbah Pertama:

نعمة الأمن 
(Nikmat Keamanan)


 الحمد لله حمدا كثيرا وأشهد أن ال إله إال هللا وحده لا شريك له وأستغفره إنه كان حليما غفورا، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله قام
.على قدميه حتى تفطرتا من طول القيام وقال أفلا أكون عبدا شكورا صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه ومن والاه وسلم تسليما كثير
.أما بعد

Wahai sekalian manusia... 
Bertakwalah kalian kepada Allah dan bersyukurlah kepadaNya atas berbagai nikmat yang diberikan kepada kalian berupa nikmat-nikmat yang sangat agung. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: 

“Barangsiapa di antara kalian yang diberikan rasa aman di rumahnya, kesehatan pada tubuhnya, memiliki makanan yang ia makan di hari itu, maka seakan-akan dunia dan seisinya telah berada di genggamannya.” 

Maka tiga perkara ini tersedia pada kita -walillahil hamd- kita rasakan. Kita sekarang walhamdulillah berada di suatu negeri dalam kondisi aman, sehat, diberikan rezeki dan kebaikan yang berlimpah. Kita dalam keadaan aman di rumah-rumah kita, di pasar-pasar kita, dan di perjalanan kita -walillahil hamd-. Demikian pula badan-badan kita sehat wal ‘afiat, dan juga kita terus diberikan rezeki oleh Allah -Azza Wa Jalla-. Rezeki itu berlimpah bagi kita. Dan ini adalah suatu nikmat yang teramat agung yang wajib bagi kita untuk mensyukurinya serta melaksanakan keharusannya. Allah -Subhanahu Ta'ala- berfirman: 

“Dan (ingatlah) ketika Rabb kalian berseru kepada kalian; Jika kalian bersyukur maka Aku akan menambahkan nikmat-Ku dan jika kalian ingkar maka siksaan-Ku sagatlah pedih.” 

Sungguh kenikmatan-kenikmatan ini juga telah Allah hamparkan kepada orang-orang Quraisy. Tatkala mereka berada di Mekkah di sisi Ka'bah dan mereka masih berada pada agama peninggalan bapak mereka yaitu Ibrohim – Alaihis Salaam-, maka sungguh Allah telah melimpahkan kepada mereka bebagai kenikmatan dengan keberkahan doa Al Khalil (yaitu Nabi Ibrohim, pent) -Alaihis Salaam- tatkala Beliau berdoa; 

“Wahai Rabbku, jadikanlah negeri ini sebagai negeri yag aman dan berikanlah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya.” 

Allah – Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman: 

“Bukankah Kami telah mengokohkan mereka di tanah haram (yaitu; Mekkah, pent) sebagai tempat yang aman, didatangkan ditempat tersebut berbagai buah-buahan dari segala jenis tumbuhan sebagai rezeki dari sisi Kami, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya.” 

Maka tatkala mereka ingkar terhadap nikmat Allah dan memasukkan berhala ke Mekkah serta meletakkannya di Ka'bah, di Shafa dan Marwa, serta mereka merubah agama Ibrahim maka Allah pun merubah kondisi mereka, Allah -Subhanahu Wa Ta’ala- berfirman: 

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan suatu negeri (yaitu Mekkah) yang aman dan tentram, rezeki itu datang terus menerus dari segala arah, lalu penduduk tesebut ingkar terhadap nikmat-nikmat Allah tersebut, sehingga Allah menyelimuti mereka dengan pakaian kelaparan serta ketakutan dengan sebab perbuatan yang mereka lakukan.” 

Maka ini adalah sunnatulloh -Jalla Wa ‘Ala- yaitu bahwa siapa saja yag tidak mensyukuri nikmat-nikmat-Nya, maka Dia akan mencabutnya serta menggantinya dengan lawannya. Maka hendaklah kita bertakwa kepada Allah dan bersyukur kepadaNya atas kenikmatan ini, dengan cara mengikatnya dengan ketaatan kepada Allah -Azza Wa Jalla- serta mengakuinya secara dzahir maupun bathin, serta menggunakannya untuk ketaatan kepada Allah, agar nikmat tesebut langgeng, karena jika kita tidak mensyukurinya maka sungguh Allah akan mencabutnya serta menggantinya dengan lawannya. 

Tidakkah kalian memperhatikan kepada negara-negara tetangga kalian yang tertimpa kehancuran disebabkan ulah penduduknya sendiri. Allah menjadikan sebagian mereka saling mengalahkan sebagian lainnya, sehingga menjadilah negeri tersebut hancur sedangkan penduduknya menjadi terlantar di bawah panji kelaparan, kekurangan, keterasingan, diusir dari negeri dan rumah-rumah mereka, maka tidakkah kalian menjadikan ibrah dan pelajaran, maka bertakwalah kalian wahai hamba-hamba Allah. 

Sungguh terdapat di antara kita orang-orang yang tersamarkan dari kenikmatan ini dan digiring oleh orang-orang dari negeri kafir dan dari para musuh kita, dari orang-orang yang dengki kepada kita, digiring kepada pemikiran yang rancu serta penyamaran terhadap nikmat ini, serta merubahnya menjadi kebalikannya. Merekalah orang-orang bodoh di antara kita dan anak-anak kita yang mengambil bisikan-bisikan dan pemikiran menyimpang ini dari musuh-musuh kita, maka mereka menyerukan untuk merubah nikmat ini. Menyeru untuk menggulingkan negeri ini dari penduduknya hingga menjadi seperti negeri lainnya yang hacur dan binasa, Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah. Allah -Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: 

“Dan di antara kalian ada orang-orang yang mendengarkan mereka.”

Yaitu pada kaum muslimin terdapat orang-orang yang mendengarkan ucapan orang-orang munafik dan menyebarkannya, inilah yang terjadi saat ini, ada orang-orang kita yang menyebarkan pemikiran-pemikiran dengan slogan kemerdekaan atau demokrasi, dengan penamaan-penamaan lain dengan slogan-slogan omong kosong dan memutar balikkan fakta serta terdapat bentuk keingkaran terhadap nikmat ini yang Allah telah berikan kita kehidupan yang baik dengan hal ini -Wa Lillahil Hamd-, Maka berhati-hatilah kepada mereka ini, serta berikanlah nasehat kepada mereka, rangkullah tangan mereka, dengan hal itulah kalian dan mereka akan terselamatkan, jika tidak demikian maka ketetapan Allah -Jalla Wa ‘Ala- terhadap hamba-Nya tidak akan pernah berubah jika kalian tidak bersyukur terhadap nikmat dari-Nya, Dia akan menggantikannya dan merubahnya. 

“Demikianlah sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu nikmat yang Dia telah berikan kepada suatu kaum hingga mereka merubahnya sendiri.” 

Maka bertakwalah kalian wahai hamba-hamba Allah. Ambillah tangan-tangan orang-orang bodoh di antara kalian. Berhati-hatilah dari musuh-musuh kalian. Janganlah kalian tertidur pulas dari apa yang mereka perbuat terhadap kalian dan orang-orang di sekitar kalian. Berhati-hatilah terhadap hal tersebut, dan ingatkanlah pimpinan kalian, serta saling bantu membantulah kalian. Tolong menolong lah di atas kebaikan dan ketaqwaan hingga terjagalah nikmat ini bagi kalian. Kita saat ini -Wa Lillahil Hamd- berada di negeri Haramain yang mulia. Kiblat kaum muslimin, kita tegak untuk memberikan pelayanan terhadap dua negeri haram yang mulia ini. Melayani para jama'ah haji dan jama'ah umroh, maka negeri ini adalah panutan dunia islam. Ia adalah sumber penerang bagi islam dan kaum muslimin. Jika hancur Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah maka apalagi yang tersisa bagi kaum muslimin di penjuru bumi. Akan tetapi Allah -Jalla Wa Ala- yang akan terus menolong agama-Nya serta menjaga negeri-Nya. Allah -Subhanahu Wa Ta’ala- berfirman: 

“Dan jika kalian berpaling maka Allah akan menggantikan dengan suatu kaum selain kalian lalu tidaklah akan sama (durhaka) seperti kalian.” 

Maka bertakwalah kalian kepada Allah wahai para hamba Allah, jagalah oleh kalian kenikmatan ini yang tak terhingga dan tak terbilang; 

“Jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah maka kalian tidak akan mampu membilangnya.” 

Inilah tiga perkara; “Barangsiapa di antara kalian yang diberikan rasa aman di rumahnya, kesehatan pada tubuhnya, memiliki makanan yang ia makan di hari itu, -yaitu makan siang dan makan malam- maka seakan-akan dunia dan seisinya telah berada di genggamannya.” 

Maka ia sama seperti raja di dunia, karena seorang raja di dunia tidaklah lepas dari tiga perkara ini, maka iapun menyamainya dalam hal tersebut. 

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata: 
• Jika engkau memiliki hati yang qona'ah... 
• Maka engkau telah menyetarai raja di dunia 

Maka bertakwalah kalian kepada Allah wahai hamba Allah, ingatlah nikmat-nikmat-Nya dengan kesyukuran kepada-Nya, 

“Dan ingatlah nikmat Allah kepada kalian tatkala ketika itu kalian saling bermusuhan lalu Allah satukan hati kalian sehingga kalian menjadi bersaudara, padahal kalian telah berada ditepi neraka lalu Allah menyelamatkan kalian darinya, demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada kalian agar kalian mendapat petunjuk.”


بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعنا بما فيه من البيان والذكر الحكيم، أقول قولي هذا واستغفرالله لي ولكم
.و لي جميع املسلمين من كل ذنب فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم 


Khutbah ke dua:
    
 ، الحمد لله على فضله وإحسانه، وأشكرهُ على توفيقهِ وامتنانه ، و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه
   ،وأشهد أن محمداً عبده و رسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابهِ وسلم تسليماً ِكثيرا
 أما بعد

Wahai sekalian manusia, Allah -Jalla Wa Alaa- berfirman: 

“Katakanlah; Dialah yang Maha Mampu untuk mengirim kepada kalian suatu adzab dari arah atas kalian atau dari bawah kaki kalian atau mencampurkan kalian dengan golongan yang saling bertentangan agar sebagian kalian merasakan akibat keganasan sebagian lainnya, maka lihatlah bagaimana Kami mendatangkan ayat-ayat Kami silih berganti.” 

Maka sungguh Allah Maha Mampu untuk membinasakan manusia jika mereka tidak bersyukur dengan siksaan ini dengan mengutus siksaan dari atas mereka, dari langit berupa sambaran petir dan selainnya dari ayat-ayat yang nampak, ataupun dari arah kaki mereka berupa gempa, longsor, atau hingga sekarang berupa ledakan-ledakan dari dasar bumi, 

“Atau dari arah kaki kalian atau mencampurkan kalian dengan golongan yang saling bertentangan agar sebagian kalian merasakan akibat keganasan sebagian lainnya”. 

Nabi -Shalallahu Alaihi Wa Sallam- lebih memohon perlindungan dari perkara ini. 

Saat ini negara-negara tetangga telah porak poranda dengan sebab penduduknya. Sebagian mereka dengan sebagian lainnya telah terhasut oleh musuh-musuh mereka. Sungguh mereka (para musuh) itu tidaklah membawa pasukan namun mereka menyerang dengan media-media tersembunyi, media yang datang dengan terselubung, dengan media internet, dengan tweeter dan beragam media lainnya yang sebagian mereka saling berambisi dengan selainnya, dimasukkan melalui media tersebut pemikiran-pemikiran busuk, dan meracuni hati mereka serta menanamkan kebencian di antara mereka sehingga akhirnya merekapun saling bermusuhan, saling berperang dan hancurlah negeri mereka melalui tangan mereka dan tangan orang-orang kafir. 

Bertakwalah kalian kepada Allah wahai hamba-hamba Allah, takutlah kalian dari fitnah dahsyat ini, berhati-hatilah kalian, dan kembalilah kalian kepada Allah dalam bentuk kesyukuran dan doa, kembalilah kepada Allah dengan berdoa agar Dia menyelamatkan kalian dari kejelekan fitnah ini baik yang nampak maupun tersembunyi, dan ambillah tangan mereka yang kalian lihat dari mereka bentuk ketertipuan dengan pemikiran ini, dan jauhkanlah dari perkara yang mengantarkan kepada hal tersebut, jauhkanlah dari wasilah-wasilah yang membinasakan yang mengantarkan kepada kejelekan, kosongkan rumah kalian darinya, jauhkan rumah kalian dari wasilah-wasilah terselubung ini, yang ada ditangan-tangan anak-anak kalian, dan di rumah-rumah kalian, bersihkanlah rumah-rumah kalian darinya, karena saat ini kalian dalam bahaya yang mengitari kalian, sungguh Nabi -Shalallahu Alaihi Wa Sallam- membuat perumpamaan bagi orang-orang yang tegak berada pada batasan-batasan Allah dengan orang-orang yang tergelincir didalamnya (melanggar) seperti suatu kaum yang berlayar disebuah kapal, sebagian diatasnya dan sebagian lagi dibawahnya, maka orang-orang yang dibawahpun kembali kepada orang-orang yang di atas dari para ahlul ilmi dan ahlur ro'yi, sebagaimana penumpang kapal tersebut naik untuk mengambil air dari tingkat atas kepada orang-orang yang cerdas dari kalangan para ulama', mengambil air dari mereka, lalu Syaithan pun datang kepada mereka dan berkata; kenapa kalian mau lelah untuk naik ke atas dan mengambil air dari atas dan kalian kembali lagi dari atas? Lebih baik kalian lubangi dinding kapal kalian lalu kalian mengambil air dari sisi kalian sendiri, maka merekapun melubangi kapal tersebut dan masuklah air sehingga tenggelamlah mereka seluruhnya, maka seandainya penumpang yang di atas mengambil tangan penumpang yang dibawah lalu melarang mereka untuk melubangi kapal tersebut sungguh mereka semua akan selamat, namun mereka meninggalkan hal tersebut, dan melakukan apa yang telah dibisikkan oleh musuh-musuh mereka, akhirnya mereka membocorinya dan air itu masuk serta menenggelamkan seluruhnya, maka demikianlah masyarakat, jika orang-orang cerdasnya tidak mau mengambil tangan orang-orang bodohnya, jika para ulama tidak mau mengambil tangan orang-orang bodohnya, maka rakyat akan tenggelam, dan dikuasai oleh musuh, sehingga merekapun binasa demikian pula negeri mereka, maka bertakwalah kalian semua kepada Allah wahai hamba-hamba Allah dan awaslah serta berhati-hati lah, semoga Allah memberikan keberkahan kepada kalian dan memberikan Taufiq kepada kita seluruhnya kepada suatu keselamatan, perbaikan dan kemenangan.                
واعلموا أنَّ خيرالحديث كتاب الله، وخير الهد َّي هدي محمد صلى الله عليه وسلم، وشرألامورمحدثاتها ،وكل بدعة ضاللة، وعليكم بالجماعة، فإنَّ يد الله على الجماعة، ومن شذَّ ذشَّ في النار

 إِنَّ الله وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)، )
اللّهُمَّ صل على عبدك ورسولك نبينا محمد، وارض اللّهُمَّ عن خلفائه الرشدين، الأئمةِ المهديين، أبي بكرَ، عمر، وعثمان، وعليٍّ ، وعن الصحابة أجمعين، وعن التابعين، ومن، تبعهمم بإحسانٍ إلى يومِ الدين
    
اللّهُمَّ أعز الإسلام والمسلمين، وأذل الشرك والمشركين، ودمر أعداء الدين، واجعل هذا البلد آمناً مستقرا وسائر بلاد  المسلمين عامةً يا ربَّ العالمين، اللّهُمَّ احم بلادنا من كل عدو وكافر وملحد وزنديق ومن كل منافق وشرور، اللّهُمَّ احم هذه البلاد وسائر بلاد المسلمين من كيد الكفار و شر الأشرار وعذاب النار يا حي يا قيوم يا سميع الدعاء ، اللّهُمَّ  اصلح ولاة أمورنا اللّهُمَّ اجعلهم هداة مهتدين اللّهُمَّ اصلح شأنهم اللّهُمَّ اجمع كلمتهم  على الحق وأيدهم بنصرك وتوفيقك وحمايتك يا رب العلمين ، أنت الغني ونحن الفقراء أنزل علينا الغيث ولا تجعلنا من القانطين ، اللّهُمَّ أغثنا ، اللّهُمَّ أغثنا ، اللّهُمَّ أغثنا ، اللّهُمَّ أغث بلادنا، اللّهُمَّ أغثديارنا، اللّهُمَّ أغث مزارعنا وآبارنا وأشجارنا، اللّهُمَّ اغثنا غيثا مغيثا، اللّهُمَّ أحيي بلدك الميت، اللّهُمَّ أحيي بلدك الميت، أحيي بلدك الميت بالغيث  المبارك يا رب العالمين
) رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ)

 تَذَكَّرُونَإِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ، (عباد الله
،(وَأَوْفُوا بِعَهْدِ الله إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلَا تَنْقُضُوا الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وقَدْ جَعَلْتُمْ الله عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ الله يَعْلَمُ مَاتَفْعَلُونَ
 ، واشكُروه على نعمه يزِدْكم، ولذِكْرُ الله أكبر، والله يعلمُ ما تصنعون.فذكروا الله يذكركم


Sumber:

http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14403

Penerjemah;
Ust. Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy hafizhahullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar