EDISI KHUTBAH JUM'AT
Oleh: Asy Syeikh Shaleh bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah
Khutbah Pertama:
نعمة الأمن
(Nikmat Keamanan)
الحمد لله حمدا كثيرا وأشهد أن ال إله إال هللا وحده لا شريك له وأستغفره إنه كان حليما غفورا، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله قام
.على قدميه حتى تفطرتا من طول القيام وقال أفلا أكون عبدا شكورا صلى الله عليه
وعلى آله وأصحابه ومن والاه وسلم تسليما كثير
.أما بعد
Wahai sekalian manusia...
Bertakwalah kalian kepada Allah dan bersyukurlah kepadaNya
atas berbagai nikmat yang diberikan kepada kalian berupa nikmat-nikmat yang sangat agung. Rasulullah
shalallahu alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa di antara kalian yang diberikan rasa aman
di rumahnya, kesehatan pada tubuhnya, memiliki makanan yang
ia makan di hari itu, maka seakan-akan dunia dan seisinya telah
berada di genggamannya.”
Maka tiga perkara ini tersedia pada kita -walillahil hamd- kita
rasakan. Kita sekarang walhamdulillah berada di suatu negeri
dalam kondisi aman, sehat, diberikan rezeki dan kebaikan yang
berlimpah. Kita dalam keadaan aman di rumah-rumah kita, di
pasar-pasar kita, dan di perjalanan kita -walillahil hamd-. Demikian pula badan-badan kita sehat wal ‘afiat, dan juga kita
terus diberikan rezeki oleh Allah -Azza Wa Jalla-. Rezeki itu
berlimpah bagi kita. Dan ini adalah suatu nikmat yang teramat
agung yang wajib bagi kita untuk mensyukurinya serta
melaksanakan keharusannya. Allah -Subhanahu Ta'ala- berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Rabb kalian berseru kepada kalian; Jika
kalian bersyukur maka Aku akan menambahkan nikmat-Ku dan
jika kalian ingkar maka siksaan-Ku sagatlah pedih.”
Sungguh kenikmatan-kenikmatan ini juga telah Allah
hamparkan kepada orang-orang Quraisy. Tatkala mereka berada
di Mekkah di sisi Ka'bah dan mereka masih berada pada agama peninggalan bapak mereka yaitu Ibrohim – Alaihis Salaam-,
maka sungguh Allah telah melimpahkan kepada mereka bebagai
kenikmatan dengan keberkahan doa Al Khalil (yaitu Nabi
Ibrohim, pent) -Alaihis Salaam- tatkala Beliau berdoa;
“Wahai Rabbku, jadikanlah negeri ini sebagai negeri yag aman
dan berikanlah rezeki berupa buah-buahan kepada
penduduknya.”
Allah – Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman:
“Bukankah Kami telah mengokohkan mereka di tanah haram
(yaitu; Mekkah, pent) sebagai tempat yang aman, didatangkan
ditempat tersebut berbagai buah-buahan dari segala jenis
tumbuhan sebagai rezeki dari sisi Kami, akan tetapi kebanyakan
mereka tidak mengetahuinya.”
Maka tatkala mereka ingkar terhadap nikmat Allah dan
memasukkan berhala ke Mekkah serta meletakkannya di Ka'bah,
di Shafa dan Marwa, serta mereka merubah agama Ibrahim maka
Allah pun merubah kondisi mereka, Allah -Subhanahu Wa
Ta’ala- berfirman:
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan suatu negeri
(yaitu Mekkah) yang aman dan tentram, rezeki itu datang terus
menerus dari segala arah, lalu penduduk tesebut ingkar terhadap
nikmat-nikmat Allah tersebut, sehingga Allah menyelimuti mereka dengan pakaian kelaparan serta ketakutan dengan sebab
perbuatan yang mereka lakukan.”
Maka ini adalah sunnatulloh -Jalla Wa ‘Ala- yaitu bahwa siapa
saja yag tidak mensyukuri nikmat-nikmat-Nya, maka Dia akan
mencabutnya serta menggantinya dengan lawannya. Maka
hendaklah kita bertakwa kepada Allah dan bersyukur kepadaNya
atas kenikmatan ini, dengan cara mengikatnya dengan
ketaatan kepada Allah -Azza Wa Jalla- serta mengakuinya secara
dzahir maupun bathin, serta menggunakannya untuk ketaatan
kepada Allah, agar nikmat tesebut langgeng, karena jika kita
tidak mensyukurinya maka sungguh Allah akan mencabutnya
serta menggantinya dengan lawannya.
Tidakkah kalian memperhatikan kepada negara-negara
tetangga kalian yang tertimpa kehancuran disebabkan ulah
penduduknya sendiri. Allah menjadikan sebagian mereka saling
mengalahkan sebagian lainnya, sehingga menjadilah negeri
tersebut hancur sedangkan penduduknya menjadi terlantar
di bawah panji kelaparan, kekurangan, keterasingan, diusir dari
negeri dan rumah-rumah mereka, maka tidakkah kalian
menjadikan ibrah dan pelajaran, maka bertakwalah kalian wahai
hamba-hamba Allah.
Sungguh terdapat di antara kita orang-orang yang tersamarkan
dari kenikmatan ini dan digiring oleh orang-orang dari negeri
kafir dan dari para musuh kita, dari orang-orang yang dengki kepada kita, digiring kepada pemikiran yang rancu serta
penyamaran terhadap nikmat ini, serta merubahnya menjadi
kebalikannya. Merekalah orang-orang bodoh di antara kita dan
anak-anak kita yang mengambil bisikan-bisikan dan pemikiran
menyimpang ini dari musuh-musuh kita, maka mereka
menyerukan untuk merubah nikmat ini. Menyeru untuk
menggulingkan negeri ini dari penduduknya hingga menjadi
seperti negeri lainnya yang hacur dan binasa, Wa Laa Haula Wa
Laa Quwwata Illa Billah. Allah -Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan di antara kalian ada orang-orang yang mendengarkan
mereka.”
Yaitu pada kaum muslimin terdapat orang-orang yang
mendengarkan ucapan orang-orang munafik dan
menyebarkannya, inilah yang terjadi saat ini, ada orang-orang
kita yang menyebarkan pemikiran-pemikiran dengan slogan
kemerdekaan atau demokrasi, dengan penamaan-penamaan lain
dengan slogan-slogan omong kosong dan memutar balikkan
fakta serta terdapat bentuk keingkaran terhadap nikmat ini yang
Allah telah berikan kita kehidupan yang baik dengan hal ini -Wa
Lillahil Hamd-, Maka berhati-hatilah kepada mereka ini, serta
berikanlah nasehat kepada mereka, rangkullah tangan mereka,
dengan hal itulah kalian dan mereka akan terselamatkan, jika
tidak demikian maka ketetapan Allah -Jalla Wa ‘Ala- terhadap hamba-Nya tidak akan pernah berubah jika kalian tidak
bersyukur terhadap nikmat dari-Nya, Dia akan
menggantikannya dan merubahnya.
“Demikianlah sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu
nikmat yang Dia telah berikan kepada suatu kaum hingga
mereka merubahnya sendiri.”
Maka bertakwalah kalian wahai hamba-hamba Allah.
Ambillah tangan-tangan orang-orang bodoh di antara kalian.
Berhati-hatilah dari musuh-musuh kalian. Janganlah kalian
tertidur pulas dari apa yang mereka perbuat terhadap kalian dan
orang-orang di sekitar kalian. Berhati-hatilah terhadap hal
tersebut, dan ingatkanlah pimpinan kalian, serta saling bantu
membantulah kalian. Tolong menolong lah di atas kebaikan dan
ketaqwaan hingga terjagalah nikmat ini bagi kalian. Kita saat ini
-Wa Lillahil Hamd- berada di negeri Haramain yang mulia.
Kiblat kaum muslimin, kita tegak untuk memberikan pelayanan
terhadap dua negeri haram yang mulia ini. Melayani para
jama'ah haji dan jama'ah umroh, maka negeri ini adalah panutan
dunia islam. Ia adalah sumber penerang bagi islam dan kaum
muslimin. Jika hancur Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah
maka apalagi yang tersisa bagi kaum muslimin di penjuru bumi.
Akan tetapi Allah -Jalla Wa Ala- yang akan terus menolong
agama-Nya serta menjaga negeri-Nya. Allah -Subhanahu Wa
Ta’ala- berfirman:
“Dan jika kalian berpaling maka Allah akan menggantikan
dengan suatu kaum selain kalian lalu tidaklah akan sama
(durhaka) seperti kalian.”
Maka bertakwalah kalian kepada Allah wahai para hamba Allah,
jagalah oleh kalian kenikmatan ini yang tak terhingga dan tak
terbilang;
“Jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah maka kalian tidak
akan mampu membilangnya.”
Inilah tiga perkara; “Barangsiapa di antara kalian yang diberikan
rasa aman di rumahnya, kesehatan pada tubuhnya, memiliki
makanan yang ia makan di hari itu, -yaitu makan siang dan
makan malam- maka seakan-akan dunia dan seisinya telah
berada di genggamannya.”
Maka ia sama seperti raja di dunia, karena seorang raja di dunia
tidaklah lepas dari tiga perkara ini, maka iapun menyamainya
dalam hal tersebut.
Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata:
• Jika engkau memiliki hati yang qona'ah...
• Maka engkau telah menyetarai raja di dunia
Maka bertakwalah kalian kepada Allah wahai hamba Allah,
ingatlah nikmat-nikmat-Nya dengan kesyukuran kepada-Nya,
“Dan ingatlah nikmat Allah kepada kalian tatkala ketika itu kalian
saling bermusuhan lalu Allah satukan hati kalian sehingga kalian
menjadi bersaudara, padahal kalian telah berada ditepi neraka
lalu Allah menyelamatkan kalian darinya, demikianlah Allah
menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada kalian agar kalian mendapat
petunjuk.”
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعنا بما فيه من البيان والذكر الحكيم، أقول قولي هذا واستغفرالله لي ولكم
.و لي جميع املسلمين من كل ذنب فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah ke dua:
، الحمد لله على فضله وإحسانه، وأشكرهُ على توفيقهِ وامتنانه ، و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه
،وأشهد أن محمداً عبده و رسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابهِ وسلم تسليماً ِكثيرا
أما بعد
Wahai sekalian manusia, Allah -Jalla Wa Alaa- berfirman:
“Katakanlah; Dialah yang Maha Mampu untuk mengirim kepada
kalian suatu adzab dari arah atas kalian atau dari bawah kaki
kalian atau mencampurkan kalian dengan golongan yang saling
bertentangan agar sebagian kalian merasakan akibat keganasan sebagian lainnya, maka lihatlah bagaimana Kami mendatangkan
ayat-ayat Kami silih berganti.”
Maka sungguh Allah Maha Mampu untuk membinasakan
manusia jika mereka tidak bersyukur dengan siksaan ini dengan
mengutus siksaan dari atas mereka, dari langit berupa sambaran
petir dan selainnya dari ayat-ayat yang nampak, ataupun dari
arah kaki mereka berupa gempa, longsor, atau hingga sekarang
berupa ledakan-ledakan dari dasar bumi,
“Atau dari arah kaki
kalian atau mencampurkan kalian dengan golongan yang saling
bertentangan agar sebagian kalian merasakan akibat keganasan
sebagian lainnya”.
Nabi -Shalallahu Alaihi Wa Sallam- lebih
memohon perlindungan dari perkara ini.
Saat ini negara-negara tetangga telah porak poranda dengan
sebab penduduknya. Sebagian mereka dengan sebagian lainnya
telah terhasut oleh musuh-musuh mereka. Sungguh mereka (para
musuh) itu tidaklah membawa pasukan namun mereka
menyerang dengan media-media tersembunyi, media yang
datang dengan terselubung, dengan media internet, dengan
tweeter dan beragam media lainnya yang sebagian mereka saling
berambisi dengan selainnya, dimasukkan melalui media tersebut
pemikiran-pemikiran busuk, dan meracuni hati mereka serta
menanamkan kebencian di antara mereka sehingga akhirnya
merekapun saling bermusuhan, saling berperang dan hancurlah negeri mereka melalui tangan mereka dan tangan orang-orang
kafir.
Bertakwalah kalian kepada Allah wahai hamba-hamba Allah,
takutlah kalian dari fitnah dahsyat ini, berhati-hatilah kalian, dan
kembalilah kalian kepada Allah dalam bentuk kesyukuran dan
doa, kembalilah kepada Allah dengan berdoa agar Dia
menyelamatkan kalian dari kejelekan fitnah ini baik yang
nampak maupun tersembunyi, dan ambillah tangan mereka yang
kalian lihat dari mereka bentuk ketertipuan dengan pemikiran
ini, dan jauhkanlah dari perkara yang mengantarkan kepada hal
tersebut, jauhkanlah dari wasilah-wasilah yang membinasakan
yang mengantarkan kepada kejelekan, kosongkan rumah kalian
darinya, jauhkan rumah kalian dari wasilah-wasilah terselubung
ini, yang ada ditangan-tangan anak-anak kalian, dan di rumah-rumah
kalian, bersihkanlah rumah-rumah kalian darinya, karena
saat ini kalian dalam bahaya yang mengitari kalian, sungguh
Nabi -Shalallahu Alaihi Wa Sallam- membuat perumpamaan
bagi orang-orang yang tegak berada pada batasan-batasan Allah
dengan orang-orang yang tergelincir didalamnya (melanggar)
seperti suatu kaum yang berlayar disebuah kapal, sebagian
diatasnya dan sebagian lagi dibawahnya, maka orang-orang
yang dibawahpun kembali kepada orang-orang yang di atas dari
para ahlul ilmi dan ahlur ro'yi, sebagaimana penumpang kapal
tersebut naik untuk mengambil air dari tingkat atas kepada
orang-orang yang cerdas dari kalangan para ulama', mengambil air dari mereka, lalu Syaithan pun datang kepada mereka dan
berkata; kenapa kalian mau lelah untuk naik ke atas dan
mengambil air dari atas dan kalian kembali lagi dari atas? Lebih
baik kalian lubangi dinding kapal kalian lalu kalian mengambil
air dari sisi kalian sendiri, maka merekapun melubangi kapal
tersebut dan masuklah air sehingga tenggelamlah mereka
seluruhnya, maka seandainya penumpang yang di atas
mengambil tangan penumpang yang dibawah lalu melarang
mereka untuk melubangi kapal tersebut sungguh mereka semua
akan selamat, namun mereka meninggalkan hal tersebut, dan
melakukan apa yang telah dibisikkan oleh musuh-musuh
mereka, akhirnya mereka membocorinya dan air itu masuk serta
menenggelamkan seluruhnya, maka demikianlah masyarakat,
jika orang-orang cerdasnya tidak mau mengambil tangan
orang-orang bodohnya, jika para ulama tidak mau mengambil
tangan orang-orang bodohnya, maka rakyat akan tenggelam,
dan dikuasai oleh musuh, sehingga merekapun binasa demikian
pula negeri mereka, maka bertakwalah kalian semua kepada
Allah wahai hamba-hamba Allah dan awaslah serta berhati-hati
lah, semoga Allah memberikan keberkahan kepada kalian dan
memberikan Taufiq kepada kita seluruhnya kepada suatu
keselamatan, perbaikan dan kemenangan.
واعلموا أنَّ خيرالحديث كتاب الله، وخير الهد َّي هدي محمد صلى الله عليه وسلم، وشرألامورمحدثاتها ،وكل بدعة ضاللة، وعليكم بالجماعة، فإنَّ
يد الله على الجماعة، ومن شذَّ ذشَّ في النار
إِنَّ الله وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)، )
اللّهُمَّ صل على عبدك ورسولك نبينا محمد، وارض اللّهُمَّ عن خلفائه الرشدين، الأئمةِ المهديين، أبي بكرَ، عمر، وعثمان، وعليٍّ ، وعن الصحابة أجمعين، وعن التابعين، ومن، تبعهمم بإحسانٍ إلى يومِ الدين
اللّهُمَّ أعز الإسلام والمسلمين،
وأذل الشرك والمشركين، ودمر أعداء الدين، واجعل هذا البلد آمناً مستقرا وسائر بلاد
المسلمين عامةً يا ربَّ العالمين، اللّهُمَّ
احم بلادنا من كل عدو وكافر وملحد وزنديق ومن كل منافق وشرور، اللّهُمَّ احم هذه
البلاد وسائر بلاد المسلمين من كيد الكفار و شر الأشرار وعذاب النار يا حي يا قيوم
يا سميع الدعاء ، اللّهُمَّ اصلح ولاة
أمورنا اللّهُمَّ اجعلهم هداة مهتدين اللّهُمَّ اصلح شأنهم اللّهُمَّ اجمع
كلمتهم على الحق وأيدهم بنصرك وتوفيقك
وحمايتك يا رب العلمين ، أنت الغني ونحن الفقراء أنزل علينا الغيث ولا تجعلنا من
القانطين ، اللّهُمَّ أغثنا ، اللّهُمَّ أغثنا ، اللّهُمَّ أغثنا ، اللّهُمَّ أغث
بلادنا، اللّهُمَّ أغثديارنا، اللّهُمَّ أغث مزارعنا وآبارنا وأشجارنا، اللّهُمَّ اغثنا
غيثا مغيثا، اللّهُمَّ أحيي بلدك الميت، اللّهُمَّ أحيي بلدك الميت، أحيي بلدك الميت بالغيث المبارك يا رب العالمين
) رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ)
تَذَكَّرُونَ) إِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ، (عباد الله
،(وَأَوْفُوا بِعَهْدِ الله إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلَا تَنْقُضُوا الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا
وقَدْ جَعَلْتُمْ الله عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ الله يَعْلَمُ مَاتَفْعَلُونَ( ، واشكُروه على نعمه يزِدْكم، ولذِكْرُ الله أكبر، والله يعلمُ ما تصنعون.فذكروا الله يذكركم
Sumber:
http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14403
Penerjemah;
Ust. Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy hafizhahullah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar