Hadits-Hadits dan Atsar yang
menunjukkan terangkatnya ilmu dengan kematian para ulama'.
Hadits-Hadist :
Hadits pertama:
Dari 'Abdullah bin 'Amr
-radhiyallahu 'anhu- berkata; Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam-
bersabda;
إن الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من العباد ولكن يقبض العلم بقبض
العلماء، فإذا لم يبق عالما اتخذ الناس رؤوسا جهالا فسئلوا فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلوا
“Sesungguhnya tidaklah Allah
mencabut ilmu itu dengan cara mencabutnya dari hati para hamba, akan tetapi
Allah mencabutnya dengan mencabut (nyawa) para ulama', sehingga jika tak
tersisa lagi seorang 'alim pun, manusiapun mengambil para pimpinan yang bodoh,
sehingga (pimpinan tsb) ditanya dan iapun memberikan fatwa (jawaban) tanpa
dasar ilmu, sehingga iapun sesat dan menyesatkan.” [Muttafaqun 'alaih].
Hadits kedua:
Dari Abu Hurairah -radhiyallah
'anhu- berkata; Bahwa Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda;
سيأتي على أمتي زمان يكثر فيه القراء ويقل الفقهاء ويقبض العلم ويكثر
الهرج
“Akan datang pada ummatku
suatu masa yang padanya banyak para pembaca al qur_an dan sedikit para fuqoha'
(ahli fikih) dan terangkatnya ilmu serta akan banyak pembunuhan.” [HR. Al
Hakim dalam Al Mustadrak (4/457) dan Ath
Thabrani dalam Al Ausath (3/319)].
Hadits ketiga:
Dari Syaddad bin Aus
-radhiyallahu 'anhu- berkata; Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam-
bersabda;
هل تدري ما رفع العلم؟؟
“Apakah engkau tahu bagaimana
diangkatnya ilmu”
Syaddad menjawab;
“Aku tidak tahu"
Beliaupun bersabda;
ذهاب أوعيته
“Dengan perginya
(meninggalnya) wadahnya (yaitu; pembawanya).” [HR. Ahmad].
Hadits keempat:
Dari Abu Umamah -radhiyallahu
'anhu- berkata; Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda;
خذوا العلم قبل أن يذهب
“Ambillah ilmu itu sebelum
pergi”
Para sahabat bertanya;
Bagaimana kepergian ilmu itu
wahai Nabi Allah?? sedangkan pada kita masih ada Kitab Allah??
Maka Beliaupun marah dengan
kemarahan yang tidak pernah hingga demikian sebelumnya lalu bersabda;
أولم تكن التوراة والإنجيل في
بني إسرائيل فلم يغنيا عنهم شيئا!!؟ إن ذهاب العلم أن يذهب حملته، إن ذهاب العلم أن
يذهب حملته
“Bukankah Taurat dan Injil
juga ada pada Bani Israil?? Namun kedua kitab tersebut tidak memberikan manfaat
sedikitpun kepada mereka!!? Sesungguhnya kepergian ilmu adalah dengan kepergian
(meninggalnya) pembawanya, sesungguhnya kepergian ilmu adalah dengan kepergian
(meninggalnya) pembawanya.” [HR. Ad Darimy (1/309), Ahmad (5/266), Ath
Thabrany (8/256)].
Atsar-Atsar:
Atsar pertama:
Berkata Ibnu Mas'ud -radhiyallahu
'anhu-;
فإذا ذهب العلماء استوى الناس، فلا يأمرون بالمعروف ولا ينهون عن المنكر
فعند ذلك يهلكون
“Maka jika para ulama telah
pergi (meninggal) maka manusiapun mengambang, sehingga tidak ada yang
memerintahkan kepada kebaikan dan tidak pula ada yang melarang dari
kemungkaran, maka disaat itulah mereka binasa.” [Riwayat Abdurrazzaq dalam
Mushannafnya (11/252)].
Atsar kedua:
Berkata Ibnu 'Abbas -radhiyallahu
'anhu-;
هل تدرون ما ذهاب العلم؟؟ بذهاب العلماء
“Apakah kalian tau kepergian
ilmu?? Yaitu dengan kepergian (meninggalnya) para ulama.” [Riwayat Ad
Darimy (1/310)].
Dan diriwayatkan pula dari Ibnu
'Abbas -radhiyallahu 'anhu- bahwa tatkala Zaid bin Tsabit -radhiyallahu 'anhu-
meninggal maka beliau berkata;
من سره أن ينظر كيف ذهاب العلم فهكذا ذهابه
“Barangsiapa yang ingin
melihat bagaimana bentuk perginya ilmu, maka beginilah kepergiannya.” [Riwayat
Ath Thabrani dalam Al Kabir (5/109)].
Atsar ketiga:
Berkata Salman Al Farisy
-radhiyallahu 'anhu-;
لا يزال الناس بخير ما بقي الأول حتي يعلّم الأخر فإذا هلك الأول قبل
أن يتعلم الأخر هلك الناس
“Terus menerus manusia berada
dalam kebaikan selama generasi pertama mengajarkan kepada generasi setelahnya,
maka jika generasi pertama telah meninggal sebelum generasi berikutnya
mengambil ilmunya maka manusiapun akan binasa.” [Riwayat Ad Darimy (1/310)].
Atsar keempat:
Berkata Abu Darda' -radhiyallahu
'anhu-;
ما لي أرى علماءكم يذهبون وجهالكم لا يتعلمون، تعلموا قبل أن يرفع العلم
فإن رفع العلم بذهاب العلماء
“Kenapa aku melihat ulama
kalian telah bepergian (meninggal) dan para juhhal (orang-orang bodoh) tidak
belajar, maka belajarlah kalian sebelum terangkatnya ilmu, maka sungguh
terangkatnya ilmu itu dengan kepergian para ulama.” [Riwayat Ad Darimy
(1/311)].
Atsar kelima:
Berkata Umar bin Khaththab
-radhiyallahu 'anhu-;
أما إنه ليس ينزع من صدور العلماء ولكن يذهب العلماء
“Tidaklah terangkatnya ilmu
itu dari dada-dada para ulama, akan tetapi dengan kepergian para ulama.” [Riwayat
Ahmad (2/481)].
Faidah:
Berkata Ibnul Qayyim
-rahimahullah-;
“Seandainya bukan karena
keberadaan para ulama', maka manusia itu akan seperti binatang ternak bahkan
keadaannya akan lebih buruk dari itu, sungguh kematian para ulama adalah
musibah yang tak terkalahkan kecuali jika ada orang setelahnya yang
menggantikan kedudukannya, demikian pula para ulama adalah tonggak-tonggak
kebaikan pada hamba, pada negeri serta pada kerajaan, maka sungguh kematian
mereka akan menyebabkan kerusakan pengaturan negeri...dst.” [Miftahu Daris
Sa'adah (1/265)].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar