Aqidah yang benar merupakan landasan dan pondasi
utama tegaknya Agama dan syarat diterimanya suatu amalan.
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman;
“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan
dengan rabbnya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu
apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya." (QS. Al Kahfi: 110)
Dan juga Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman;
“Sungguh telah diwahyukan kepadamu (wahai
Muhammad) dan kepada orang-orang sebelum engkau, Sungguh apabila engkau berbuat
kesyirikan pasti akan terhapus seluruh amalmu dan benar-benar engkau akan
termasuk golongan orang-orang yang merugi." (QS. Az Zumar: 65)
Dan para Rasul sangatlah antusias dan perhatian
dalam hal perbaikan Aqidah pada jiwa setiap insan, hingga mereka menjadikan hal
ini sebagai prioritas utama dalam dakwah mereka.
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman;
“Dan sungguh telah Kami mengutus kepada setiap
umat seorang Rasul agar menyerukan
‘Sembahlah Allah semata dan jauhilah thaghut (sesembahan selain Allah). (QS.
An Nahl: 36).
Lihat pula seruan para Nabi kepada kaumnya dalam surah
Al A'raf: 59, 65, 73 & 85, Allah Subhanahu wa ta'ala menyebutkan tentang
seruan para Nabi tersebut;
Wahai kaumku sembahlah Allah semata, tiada
sesembahan (yang benar) bagi kalian selain Dia.
Selama 13 tahun Rasulullah shalallahu 'alaihi wa
sallam menetap di Mekkah setelah pengutusan beliau sebagai seorang Rasul untuk
berdakwah agar manusia mentauhidkan Allah subhanahu wa ta'ala sebagai bentuk
upaya perbaikan Aqidah mereka sebelum perkara lainnya.
Demikian pula ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi
wa sallam mengutus Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu untuk berdakwah ke
negeri Yaman maka beliau menjadikan tauhid yang merupakan inti Aqidah yang
benar sebagai periotas utama didalam dakwah yang harus didahulukan, Beliau
berkata kepada Mu'adz;
Maka hendaklah yang pertama engkau dakwahkan
kepada mereka adalah agar mereka
mentauhidkan Allah, dan jika mereka sudah mengetahui hal tersebut lalu
kabarkanlah kepada mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan bagi mereka shalat
lima waktu. (Muttafaqun 'alaih.)
••• ═════ ❁✿❁ ═════ •••
PERKATAAN PARA ULAMA TENTANG PENTINGNYA TAUHID
1. Tauhid adalah
sumber hidupnya Agama.
Berkata Al Imam Al Muhaddits Yahya bin 'Ammar As
Sijistany Rahimahullah;
‘Ilmu itu ada lima macam:
1. Ilmu yang
merupakan sumber kehidupan agama yaitu ilmu tauhid
2. Ilmu yang
merupakan makanan agama yaitu nasehat dan peringatan
3. Ilmu yang merupakan
obat mujarab dalam agama yaitu ilmu fiqih
4. Ilmu yang
merupakan penyakit dalam agama yaitu berita-berita tentang pertikaian para
salaf
5. Ilmu yang
merupakan kebinasaan dalam agama yaitu ilmu Kalam." [Siyaru A'lamun
Nubala' (17/482)]
2. Tauhid adalah
sumber kebaikan pada alam semesta.
Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah;
"Dan kesyirikan adalah sebesar-besar
kerusakan, sebagaimana tauhid adalah sebesar-besar bentuk perbaikan." [Majmu'
Al Fatawa (18/163)].
Berkata Ibnul Qayyim Rahimahullah;
ومن تدبر أحوال العالم وجد كل صلاح في الأرض
فسببه توحيد الله وعبادته وطاعة رسوله صلى الله عليه وسلم، وكل شر في العالم وفتنة وبلاء وقحط وتسليط عدو وغير
ذلك فسببه مخالفة رسوله صلى الله عليه وسلم والدعوة إلى غير الله ورسوله
"Dan barangsiapa yang memperhatikan kondisi
alam semesta maka ia akan mendapatkan realita bahwa seluruh perbaikan yang ada
dipermukaan bumi ini sebabnya adalah mentauhidkan Allah serta beribadah
kepada-Nya dan taat kepada Rasul-Nya, dan setiap kerusakan yang ada di alam semesta
ini serta berbagai fitnah, bencana, kekeringan, terkuasainya oleh musuh dst
sebabnya adalah menyelisihi Rasul-Nya dan menyeru kepada selain Allah dan
Rasul-Nya. " [Badai'ul Fawaid (3/857)]
3. Tauhid adalah
sumber kebaikan bagi hati.
Berkata Ibnu Rajab Rahimahullah;
"Maka tidak ada kebaikan bagi hati hingga
benar-benar tertanam padanya pengenalan kepada Allah serta pengagungan,
kecintaan, takut, tawakkal hanya kepada-Nya semata, dan memenuhi hati dengan
hal tersebut, inilah hakikat tauhid yang merupakan makna dari Laa Ilaaha
Illallah, maka tidak ada kebaikan bagi hati hingga Ketundukan yang ia tunduk
kepada-Nya, ia mengenal-Nya, takut kepada-Nya hanyalah Allah subhanahu wa
ta'ala semata, tak ada sekutu bagi-Nya." [Jami'ul 'Ulumi Wal Hikam
(95)]
4. Tauhid adalah
sumber kebaikan dunia dan akhirat.
Berkata Syeikh Abdurrahman As Sa'dy Rahimahullah;
وليس شيء من الأشياء له من الآثار الحسنة
والفضائل المتنوعة مثل التوحيد فإن خير الدنيا والآخرة من ثمرات التوحيد وفضائله
"Tak ada sesuatu pun dari perkara apapun
yang memiliki hasil yang baik dan keutamaan yang beraneka ragam semisal dengan
tauhid, karena kebaikan didunia maupun diakhirat seluruhnya adalah buah dari
tauhid dan keutamaan tauhid." [Al Qaulus Sadiid Fii Maqasidit Tauhid
(23)]
••• ═════ ❁✿❁ ═════ •••

Tidak ada komentar:
Posting Komentar