At Tafsir secara bahasa adalah:
ﺍﻹﻳﻀﺎﺡ ﻭﺍﻟﺒﻴﺎﻥ ﻭﺍﻟﻜﺸﻒ
"Pemaparan, penjelasan dan menyingkap
hakikat sesuatu."
Sedangkan secara istilah adalah;
ﻋﻠﻢ ﻳُﻔﻬﻢ ﺑﻪ ﻛﺘﺎﺏ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻭﺫﻟﻚ ﺑﺒﻴﺎﻥ ﻣﻌﺎﻧﻴﻪ، ﻭﺍﺳﺘﺨﺮﺍﺝ ﺃﺣﻜﺎﻣﻪ ﻭﺣِﻜَﻤﻪ
"Suatu ilmu yang dengannya akan dipahamilah
kitab Allah azza wa jalla, yaitu dengan penjelasan makna-maknanya dan
mengeluarkan petikan hukum-hukum dan hikmahnya."
Mempelajari ilmu tafsir sangatlah penting, bahkan
ia adalah pintu dan sumber seluruh kebaikan seseorang didalam agamanya.
Dari 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu
berkata, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda;
خيركم من تعلم القرآن
وعلمه
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari
Alquran dan mengajarkannya." [HR. Bukhari]
Tatkala dasar rujukan utama dalam beragama adalah
Alquran dan Sunnah maka mempelajarinya adalah merupakan salah satu bentuk
kewajiban bagi seorang muslim.
Bahkan ia adalah merupakan ilmu yang paling wajib
dan paling utama untuk dipelajari secara mutlak, karena Alquran adalah
petunjuk, dan berpalingnya seseorang
dari mempelajarinya adalah kesesatan.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman;
وَﻧَﺰَّﻟْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺗِﺒْﻴَﺎﻧﺎً ﻟِﻜُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻭَﻫُﺪًﻯ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔً ﻭَﺑُﺸْﺮَﻯ ﻟِﻠْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ
"Dan Kami telah menurunkan kitab (Alquran)
kepada engkau sebagai penjelasan terhadap segala sesuatu serta petunjuk dan
rahmat serta kabar gembira bagi orang-orang muslim." [QS. An Nahl: 89]
Dan diantara tujuan diturunkannya Alquran adalah agar dipahami kandungan maknanya.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman;
ﻛِﺘَﺎﺏٌ ﺃَﻧﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ
ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ ﻟِّﻴَﺪَّﺑَّﺮُﻭﺍ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻟِﻴَﺘَﺬَﻛَّﺮَ ﺃُﻭﻟُﻮ ﺍﻟْﺄَﻟْﺒَﺎﺏ
"Suatu kitab yang penuh keberkahan yang
Kami turunkan agar ditadabburi maknanya dan agar orang-orang yang cerdas itu
menjadikan peringatan." [QS. Shad: 29]
Dan Allah subhanahu wa ta'ala berfirman;
ﺃَﻓَﻠَﺎ ﻳَﺘَﺪَﺑَّﺮُﻭﻥَ
ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﺃَﻡْ ﻋَﻠَﻰٰ ﻗُﻠُﻮﺏٍ ﺃَﻗْﻔَﺎﻟُﻬَﺎ
"Maka apakah mereka tidak mentadabburi
(menghayati makna) Al Quran ataukah hati mereka terkunci?." [QS.
Muhammad: 24]
Berkata Imam Ath Thabari rahimahullah;
ﺇﻧﻲ ﻷﻋﺠﺐ ﻣﻤﻦ ﻗﺮﺃ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻟﻢ ﻳﻌﻠﻢ ﺗﺄﻭﻳﻠﻪ ﻛﻴﻒ ﻳﺘﻠﺘﺬ
ﺑﻘﺮﺍﺀﺗﻪ
"Sungguh aku heran dengan seseorang yang
membaca Alquran namun tidak mengetahui tafsirnya, bagaimana ia bisa merasakan
kelezatan dalam membacanya.
Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah;
ﻟﻮ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﺎ
ﻓﻲ ﻗﺮﺃﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺑﺎﻟﺘﺪﺑﺮ ﻻ ﺍﺷﺘﻐﻠﻮﺍ ﺑﻬﺎ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﺳﻮﺍﻫﺎ ، ﻓﺈﺫﺍ ﻗﺮﺃﺓ ﺑﺘﻔﻜﺮ ﺣﺘﻰ ﻣﺮ ﺑﺂﻳﺔ
ﻫﻮ ﻣﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻓﻲ ﺷﻔﺎﺀ ﻗﻠﺒﻪ ﻛﺮﺭﻫﺎ ﻭﻟﻮ ﻣﺎﺋﺔ ﻣﺮﺓ ، ﻭﻟﻮ ﻟﻴﻠﺔ ، ﻓﻘﺮﺍﺀﺓ ﺁﻳﺔ ﺑﺘﻔﻜﺮ ﻭﺗﻔﻬﻢ
ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺧﺘﻤﺔ ﺑﻐﻴﺮ ﺗﺪﺑﺮ ﻭ ﺗﻔﻬﻢ ، ﻭ ﺃﻧﻔﻊ ﻟﻠﻘﻠﺐ ، ﻭ ﺍﺩﻋﻰ ﺇﻟﻰ ﺣﺼﻮﻝ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻭ ﺫﻭﻕ
ﺣﻼﻭﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ .
ﻭﻫﺬﻩ ﻛﺎﻧﺖ ﻋﺎﺩﺓ ﺍﻟﺴﻠﻒ
ﻳﺮﺩﺩ ﺃﺣﺪﻫﻢ ﺍﻵﻳﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺼﺒﺎﺡ ﻭ ﻗﺪ ﺛﺒﺖ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻡ ﺑﺂﻳﺔ ﻳﺮﺩﺩﻫﺎ
ﺣﺘﻰ ﺍﻟﺼﺒﺎﺡ ، ﻭ ﻫﻲ ﻗﻮﻟﻪ؛
"ﺇﻥ ﺗﻌﺬﺑﻬﻢ ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻋﺒﺎﺩﻙ ﻭ ﺇﻥ ﺗﻐﻔﺮﻟﻬﻢ ﻓﺈﻧﻚ ﺃﻧﺖ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ"
"Seandainya manusia mengetahui kebaikan
yang ada pada membaca Alquran dengan tadabbur (memahami maknanya) maka pasti
mereka akan menyibukkan diri dengan hal tersebut dari perkara lainnya, dan jika
ia membacanya dengan perhatian dan melewati suatu ayat yang ia butuhkan dalam
mengobati hatinya maka iapun akan mengulang-ulangnya walaupun sampai seratus
kali, walaupun semalam suntuk, karena membaca satu ayat dari Alquran dengan
perhatian dan pemahaman jauh lebih baik daripada menyelesaikan Alquran tanpa
tadabbur dan tanpa pemahaman, dan lebih bermanfaat bagi hati serta lebih
menghasilkan keimanan dan merasakan kelezatan dalam bacaan Alquran tsb.
Oleh sebab itulah diantara kebiasaan para salaf
mereka mengulang-ulang satu ayat semalaman hingga waktu subuh, bahkan telah
tsabit dari Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau mengulang-ulang satu
ayat hingga waktu subuh, yaitu firman Allah;
"ﺇﻥ ﺗﻌﺬﺑﻬﻢ ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻋﺒﺎﺩﻙ ﻭ ﺇﻥ ﺗﻐﻔﺮﻟﻬﻢ ﻓﺈﻧﻚ ﺃﻧﺖ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ الحكيم"
"Jika Engkau (Ya Allah) menyiksa mereka
maka sungguh mereka adalah hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka maka
sungguh Engkau maha perkasa lagi maha bijaksana." [Miftahu Daris
Sa'adah (1/553-554)].
Wallohu a'lam.
••• ══════ ❁✿❁ ══════ •••

Tidak ada komentar:
Posting Komentar