Ibnu Rajab al Hanbali rahimahullah berkata :
شعبان كالمقدمة لرمضان
"Sya'ban Itu seperti pembukaan bagi
Ramadhan"
Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma berkata :
“Manusia berkumpul untuk melihat Hilal
(Ramadhan), Maka aku mengkhabarkan kepada Nabi bahwa saya telah melihatnya,
maka Beliaupun berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa”.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
جاءكم رمضان، شهر
مبارك
"Telah Datang kepada kalian Ramadhan, bulan
yanh penuh keberkahan".
Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
من صام رمضان ايماناوحتسابا
غفرله ماتقدم من ذنبه
"Barangsiapa berpuasa di ramadhan dengan
iman dan ihtisab maka di ampuni dosanya yg telah lalu".
yang dimaksud di sini adalah dosa dosa kecil,
adapun dosa besar tidak bisa terhapus kecuali dengan tobat.
Syaikh Abdul 'Aziz aalu Syaikh menjelaskan bahwa
jika seseorang tidak memiliki dosa kecil maka kadar dosa besarnya dikurangi,
dan jika dosa kecilnya tidak ada terhapus dengan amalan kebaikan dan juga tidak
ada juga dosa besar sudah terhapus dengan tobat maka Shalat malam, puasanya
untuk mengangkat derajatnya.
Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
من حرم خيرهافقدحرم
"Barangsiapa yg diharamkan dari kebaikan
Ramadhan maka dia telah diharamkan (dari kebaikan di bulan bulan lainnya)".
Jika yang dibulan ramadhan saja yang berlimpah
kebaikan dan keberkahan dia tidak mendapatkan kebaikannya, terlebih lagi di
bulan lain.
Dari Abu Hurairah :
Nabi naik ke atas mimbar, kemudian beliau
mengatakan 'Aamiin'...'Aamiin'... 'Aamiin'...
Para sahabat bertanya : "Ya Rasulullah, Apa
yang anda aminkan...?"
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
"Tadi Jibril mendatangiku dan berkata, 'Semoga
Celaka bagi seseorang yang datang kepadanya Ramadhan, kemudian Ramadhan pergi
dalam keadaan dia belum terampuni dosanya' katakan wahai Muhammad, 'Aamiin',
maka saya mengatakan, 'Aamiin'
Semoga kerugian bagi seseorang yang menjumpai
kedua orangtuanya tapi tidak bisa menjadi sebab baginya masuk ke surga
'Semoga kerugian bagi seseorang yang namamu di
sebut di sisinya tapi dia tidak bershalawat”.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
"Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam
untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya."
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
الصوم جنة
"Puasa itu perisai”.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
وينادى منادي : ياباغي
الخيراقبل، وياباغي الشر اقصر
"Wahai yang mengharapkan kebaikan,
sambutlah. Wahai yang menginginkan kejelekan tahanlah."
Ibnu Fadhl :
"Para salaf berdoa enam bulan sebelumnya
agar mereka bisa mendapatkan Ramadhan".
Usamah bin Zaid berkata radhiallahu 'anhu berkata :
'Wahai Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu
bersungguh berpuasa di luar ramadhan melebihi bulan Sya'ban'
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
"Itu adalah bulan yang manusia lalai
darinya, antara Rajab dan Ramadhan, itu adalah bulan di mana amalan amalan di
angkat kepada Allah, dan saya senang kalau amalanku di angkat dalam keadaan
saya berpuasa".
"Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak
pernah berpuasa lebih banyak di luar Ramadhan kecuali di bulan Sya'ban.
Pernah suatu ketika tiga orang Shahabat radhiyallaahu
‘anhum datang bertanya kepada isteri-isteri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam
tentang peribadahan beliau. Kemudian setelah diterangkan, masing-masing ingin
meningkatkan ibadah mereka.
Salah seorang dari mereka berkata :
“Adapun saya, maka sungguh saya akan puasa
sepanjang masa tanpa putus.”
Shahabat yang lain ber-kata:
“Adapun saya, maka saya akan shalat malam
selama-lamanya.”
Yang lain berkata,
“Sungguh saya akan menjauhi wanita, saya tidak
akan nikah selama-lamanya... dst”.
Ketika hal itu didengar oleh Nabi shal-lallaahu
‘alaihi wa sallam, beliau keluar seraya bersabda:
أَنْتُمُ الَّذِيْنَ
قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا؟ أَمَا وَاللهِ إِنِّي َلأَخْشَاكُمْ ِللهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ،
وَلَكِنِّي أَصُوْمُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّى وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ
رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي.
“Benarkah kalian telah berkata begini dan
begitu? Demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut kepada Allah dan
paling taqwa kepada-Nya di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku ber-buka,
aku shalat dan aku pun tidur, dan aku juga menikahi wanita. Maka, barangsiapa
yang tidak menyukai Sunnahku, ia tidak termasuk golonganku”.
Mempersiapkan Diri Untuk Melakukan Ketaatan.
Bekal Bekal Menghadapi Ramadhan
1. Mempersiapkan Bekal Iman
Allah berfirman :
"Wahai orang orang yang beriman...".
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
٠ من صام رمضان ايماناوحتسابا
٠ من قام رمضان ايماناوحتسابا
٠ من قام ليلة القدرايماناوحتسابا
Ihtisab :
قال تعالى في القدسي: يدع طعمه وشربه وشهوته
من اجلي
"Allah Ta'ala berfirman sebagaimana dalam
hadits qudsy :
"(orang yang berpuasa) telah meninggalkan
makannya dan minumnya dan syahwatnya untukku".
2. Membekali diri dengan Ilmu.
Rasulullah pernah keluar di Bulan Ramadhan Fathul
Makkah dan singgah di suatu tempat dan minum, sehingga para sahabat ikut
berbuka dan sebagian tetap berpuasa sehingga mereka keletihan, maka hal ini
disampaikan kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, maka Nabi Shallallahu
'Alaihi wa Sallam bersabda : "mereka itu telah bermaksiat 3x".
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
ليس من البر الصيام
في السفر
"Bukanlah suatu kebaikan berpuasa ketika
safar".
Faidah :
- Orang yang bersafar dalam keadaan meletihkan dan
membahayakan dirinya maka haram baginya berpuasa.
- Jika meletihkan tapi tidak sampai membahayakan
dirinya maka lebih utama tidak berpuasa.
Adi bin Hatim, ketika beliau melihat ayat :
'Makan dan minumlah kalian sampai jelas antara
benang putih dan hitam dari waktu Fajar', maka beliau mengambil benang hitam
putih.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
"Bukan itu maksudnya, yang di maksud adalah
gelapnya malam dan putihnya siang".
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata
: Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memiliki dua mu'adzin.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
ان بلالا يؤذن بليل
فكلواوشربواحتى يؤذن بن ام مكتوم
"Sesungguhnya Bilal adzan ketika masih
gelap, maka makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum adzan".
Dan waktunya tidak lama, sewaktu turunnya Bilal dan
naiknya Ibnu Ummi Maktum ke tempat Adzan.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :
من صام يوم يشك فيه
فقد عاصى ابالقاسم
"Barang siapa yang berpuasa di hari yang
masih meragukan maka dia telah bermaksiat kepada Rasulullah".
3. Mempersiapkan Taqwa.
Allah berfirman :
"Berbekallah kalian, dan sebaik baik bekal
adalah Taqwa".
Allah juga berfirman :
انمايتقبل الله من
المتقين
"Allah hanyalah menerima dari orang orang
yang bertaqwa"
Allah berfirman berkaitan dengan puasa :
"Agar kalian bertaqwa".
Taqwa : "Melaksanakan perintah dan menjauhi
larangan Allah"
Berkata Ibnu Qudamah rahimahullah;
"للـصــوم ثـلـاث مــراتــب:
⃣ صــوم العـمــوم،
⃣وصـوم الخـصــوص،
⃣ وصـوم خـصــوص الخـصــوص.
فأمـا صـوم العـمــوم فـهـو:
كـف البـطــن والـفــرج
عـن قـضـاء الشـهــوة.
وأمــا صــوم الخـصـوص:
فـهـو كـف الـنظــر،
واللسـان، والـيـد، والـرجـل، والسـمــع، والبـصــر، وسـائــر الجــوارح عـن الآثــام.
وأمـا صـوم خصـوص الخـصـوص فهـو:
صـوم القـلــب عـن
الهـمــم الدنيـئــة، والأفـكــار المـبـعـدة عـن اللّٰه".
"Pada puasa ada tiga tingkatan;
1. Puasa umum
2. Puasa khusus
3. Puasa yang paling
terkhusus
▪ Adapun puasa umum adalah menahan perut dan
kemaluan dari memenuhi syahwatnya
▪ Adapun puasa khusus adalah menahan pandangan,
lisan, tangan, kaki, pendengaran, penglihatan dan anggota badan lainnya dari
dosa-dosa
▪ Adapun puasa paling terkhusus adalah
berpuasanya hati dari keinginan-keinginan rendahan serta pikiran-pikiran yang
menjauhkan dari Allah -azza wa jalla”. [Mukhtashar Minhajil Qashidin (44)].
4. Mempersiapkan Kesabaran
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
bersabda :
"Bulan Ramadhan adalah Bulan
Kesabaran".
Datang seorang laki-laki yang sudah lama tidak
berjumpa dengan Nabi dengan pemampilan yang sangat berbeda dengan sebelumnya
sampai sampai Nabi tidak mengenalnya.
Dia bertanya :
"Ya Rasulullah apakah anda tidak mengenal
saya".
Rasulullah berkata :
"siapa engkau".
Orang tersebut berkata :
"Saya al Bahili, yang pernah bertemu dengan
engkau setahun lalu".
Rasulullah bersabda :
"Apa yang menyebabkan kamu berubah, padahal
dulu engkau seorang yang baik penampilannya?"
Dia berkata :
"Saya tidak pernah makan sejak saya
berpisah denganmu wahai Rasulullah kecuali Malam hari".
Rasulullah bersabda :
"Engkau telah menyiksa dirimu sendiri, kamu
berpuasa saja pada bulan kesabaran".
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin Berkata :
"Ketika seseorang berpuasa maka dia telah
bersabar di atas tiga bentuknya".
Allah Ta'ala berfirman :
انمايوفى الصابرون
اجرهم بغير حساب
"Hanya saja ora ng yang bersabar itu diberi
balasan tanpa batas".
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : جاء رجل إلي النبي
صلي الله عليه و سلم فقال : هلكت يا رسول الله, قال : ((وما أهلكك؟ قال : وقعت علي
امرتي في رمضان.فقال : ((هل تجد ما تعتق رقبة؟)) قال: لا, قال : ((فهل تستيع أن تصوم
شهرينمتتابعين؟)) قال : لا, قال : ((فهل تجد ما تطعم ستين مسكينا؟)) قال : لا, ثم جلس,فأتي
النبي صلى الله عليه و سلم بعرق فيه تمر, فقال: ((تصدق بهاذا)) فقال "أعلى أفقر
منا؟! فما بين لابتيها أهل بيت أوحج إليه منا, فضحك النبي صلي الله عليهو سلم حتي بدت
أنيابه: ثم قال ((اذهب فأطعم أهلك)) رواه السبعة, و اللفظ لمسلم.
Dari Abu Hurairoh rodhiyallahu 'anhu, dia berkata,
"Seorang lelaki datang kepada Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam, lelaki tersebut mengadu, "Celaka saya wahai
Rasulullah", beliau bertanya,
"Apa yang mencelakakanmu?",
dia menjawab, "saya telah menyetubuhi istri
saya di (siang) bulan Ramadhan",
lantas beliau bertanya, "Apakah kamu bisa
membebaskan seorang budak?",
dia menjawab, "Tidak",
lalu beliau bertanya lagi, "Apakah kamu
mampu shaum dua bulan berturut-turut?",
dia menjawab, "Tidak".
Beliau bertanya lagi, "Apakah kamu bisa
memberi makan 60 orang miskin?",
dia menjawab, "Tidak".
Kemudian beliau duduk. Kemudian Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam dibawakan senampan kurma. Lalu beliau memerintahkan lelaki
tersebut, "bersedekahlah dengan ini",
dia menyangkal,"Apakah ada orang yang lebih
fakir daripada kami?" Tidak ada di Madinah (-pent)ini yang lebih
membutuhkannya daripada kami.
Maka nabi shallallahu 'alaihi wasallam tertawa
sambai kelihatan gigi taring beliau. Kemudian beliau memerintahkan,
"pergilah, dan berilah kurma ini untuk keluargamu". [Diriwayatkan
oleh Imam yang tujuh (sab'ah)].
Asal dalam syariat islam adalah kemudahan termasuk
dalam puasa.
Allah Ta'ala berfirman :
يريد الله بكم اليسر
ولا يريد بكم العسر
Syaikh Abdul Muhsin al 'Abbad :
من كان لله تقيا
كان شهوته قويا
"Barangsiapa yang makin bertaqwa kepada
Allah maka syahwatnya makin kuat".
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
bersabda :
"Jika seseorang di antara kalian sedang
berpuasa, janganlah berbuat sia sia dan banyak berdebat, jika ada yang mencela
dan mengajaknya berkelahi, maka hendaklah dia berkata : 'saya sedang berpuasa”.
5. Bekal Mujaahadah (Kesungguhan).
Allah Ta'ala berfirman :
"Siapa yang bersungguh sungguh di jalan
kami, niscaya kami tunjukkan dia jalan jalan kami".
Aisyah berkata :
"Adalah Nabi bersungguh sungguh di
Ramadhan, apa yang beliau tidak pernah melakukan kesungguhan semisalnya di luar
Ramadhan". [HR. Tirmidzi].
Pernah suatu ketika tiga orang Shahabat
radhiyallaahu ‘anhum datang bertanya kepada isteri-isteri Nabi shal-lallaahu
‘alaihi wa sallam tentang peribadahan beliau. Kemudian setelah diterangkan,
masing-masing ingin meningkatkan ibadah mereka. Salah seorang dari mereka
berkata: “Adapun saya, maka sungguh saya akan puasa sepanjang masa tanpa
putus.” Shahabat yang lain ber-kata: “Adapun saya, maka saya akan shalat malam
selama-lamanya.” Yang lain berkata, “Sungguh saya akan menjauhi wanita, saya
tidak akan nikah selama-lamanya... dst” Ketika hal itu didengar oleh Nabi
shal-lallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau keluar seraya bersabda:
أَنْتُمُ الَّذِيْنَ
قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا؟ أَمَا وَاللهِ إِنِّي َلأَخْشَاكُمْ ِللهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ،
وَلَكِنِّي أَصُوْمُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّى وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ
رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي.
“Benarkah kalian telah berkata begini dan
begitu? Demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut kepada Allah dan
paling taqwa kepada-Nya di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku
ber-buka, aku shalat dan aku pun tidur, dan aku juga menikahi wanita. Maka,
barangsiapa yang tidak menyukai Sunnahku, ia tidak termasuk golonganku”.
[Bukhari - Muslim]
Ibnu Abbas berkata :
"Adalah Nabi orang yang paling dermawan dan
kedermawanan beliau makin bertambah di bulan Ramadhan ketika bertemu Jibril,
dan adalah Jibril berjumpa Nabi setiap malamnya di bulan Ramadhan dan
mengajarkan al Qur'an". [Bukhari Muslim].
Syaikh Albany rahimahullah berkata :
"Mengkhususkan membaca al Qur'an di bulan
Ramadhan meninggalkan ibadah sunnah lainnya adalah amalan yang tidak ada
asalnya dalam sunnah, yang ada asalnya dalam sunnah dan dikenal dalam Shahihain
adalah memperbanyak membaca al Qur'an di bulan Ramadhan".
Adapun yang diriwayatkan dari Malik, Az Zuhri bahwa
mereka meninggalkan ibadah lainnya maka riwayat ini ada kelemahan di dalamnya.
Kalaupun demikian maka mereka membaca al Qur'an disertai tadabbur.
6. Merasa
diawasi oleh Allah.
Allah berfirman :
"Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar
zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang
lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang
nyata (Lauh Mahfuzh)".
7. Jujur
Rasulullah bersabda :
مَنْ لَمْ يَدَعْ
قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ
طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan
dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus
yang dia tahan”. [HR. Bukhari no.
1903].
8. Bersegera Untuk Bertaubat
Rasulullah shallallau alaihi wa sallam bersabda :
"Demi Allah, sesungguhnya saya beristighfar
dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali".
Dalam riwayat lain disebutkan "100
kali".
____________________
Diringkas dari Muhadharah Berjudul : Bekal-Bekal Menyambut Ramadhan
Di Masjid Nurul
Hidayah Bontoramba Makassar 25 Sya'ban 1436 H
Diringkas Oleh Abu Shafiyyah al Marusi dan di
Muraja'ah ulang oleh Al Ustadz Fauzan al Kutawy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar