Dari penjelasan yang telah lalu, maka kita bisa
menyimpulkan bahwa makna yang benar dari La Ilaha Illallah adalah :
لَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إلَّا اللّهُ
Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah
subhanahu wa ta’ala.
Diantara Dalil yang menunjukkan hal ini adalah
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
ذَٰلِكَ بِأَنَّ
اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ
اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
“Dialah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Al-haq
(maha benar), dan apa saja yang diibadahi selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah kebatilan,
dan Sesungguhnya Dialah Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [QS. Al
Hajj 62]
Ayat ini menunjukkan bahwasanya adanya
sembahan-sembahan selain Allah subhanahu
wa ta’ala yang diibadahi oleh orang-orang musyrik, namun sembahan-sembahan
tersebut adalah sembahan-sembahan yang batil, yang tidak benar di sisi Allah
Subhana waTa’ala.
Karena sebab
perkara inilah, maka orang-orang musyrik menentang Rasulullah Shallallahu ‘alahi
wasallam ketika diseru untuk mengucapkan Laa Ilaaha Illallohu, dan
mereka mengatakan sebagaimana yang Allah firmankan:
وَقَالَ الْكَافِرُون
هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ (٤) أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ إِنَّ هَٰذَا
لَشَيْءٌ عُجَابٌ (٥)
“Berkatalah orang-orang kafir: Dia adalah
seorang penyihir yang pendusta, apakah ia ingin menjadikan sembahan-sembahan
yang banyak menjadi satu sembahan ? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang
sangat aneh.” [QS. Shad: 4- 5]
Dan diantara makna-makna yang batil ( salah) dalam
La Ilaha Illallah adalah :
1. Laa ma'buda
illallah ( لا مَعْبُوْدَ إلّا اللّه)
tidak ada yang disembah kecuali Allah.
Ini adalah makna yang batil, karena mengharuskan
makna bahwasanya seluruh sembahan yang
haq maupun yang batil itu adalah Allah.
2. Laa khaliq
illallah ( لَا خَالِقَ إلَّا اللّهُ) tidak ada yang menciptakan kecuali Allah.
Ungkapan ini adalah ungkapan yang benar, namun
dijadikan sebagai makna laa Ilaaha Illallaah adalah perkara yang salah karena
hal tersebut juga diyakini oleh
orang-orang musyrik, mereka meyakini bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala satu – satunya yang mencipta, mengatur &
menguasai namun hal tsb tidaklah
menyebabkan mereka masuk kedalam Islam, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala
menciptakan manusia hanyalah dengan tujuan untuk beribadah hanya kepada-Nya
semata:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ
وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia
kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku.”
[QS. Ad Dzariyat: 56]
3. Laa Hakima illallah ( لَا حَاكِمَ إلَّا اللَّه) tidak ada yang
menghukumi kecuali Allah.
Ini juga kalimat yang benar, karena satu-satunya
Hakim yang benar hanyalah Allah, tapi hal tersebut bukan perkara yang
dimaksudkan dalam makna kalimat Laa Ilaaha Illalloh.
4. Laa Rabba Illallah (لا رب إلا الله) Tidak ada yang mencipta, mengatur & menguasai kecuali
Allah.
Ini adalah kalimat yang benar dan keyakinan yang
harus diyakini setiap orang, namun menjadikan hal tersebut adalah makna kalimat
Laa Ilaaha Illallohu adalah kesalahan, karena hal tersebut adalah perkara yang
juga ditetapkan orang- orang kafir dizaman Nabi shalallahu alaihi wasallam.
5. Laa Maujuda
Illallohu (لا موجود إلا الله) Tidak ada yang ada kecuali Allah.
Dan ini adalah makna yang paling batil dan sesat,
karena kandungan ungkapan tersebut hanya mengarah kepada dua perkara :
- Bahwasanya segala sesuatu hakikatnya tidaklah
ada, dan yang ada hanyalah Allah. Ini
adalah ungkapan sesat yang diketahui oleh setiap orang yang berakal.
- Tidak ada yang ada kecuali Allah berarti seluruh
yang ada ini adalah Allah.
Dan ini adalah ucapan kekafiran yang paling kafir.
Dan banyak lagi tafsir - tafsir yang lainnya yang
bathil yang tidak sesuai dengan apa yang disebutkan oleh para ulama salaf
berdasarkan dalil dari Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi
wasallam.
Dan Tafsir yang benar pada kalimat Laa Ilaaha
Illallohu adalah sebagaimana telah kita sebutkan :
لَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إلَّا اللّه
"Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali
Allah subhanahu wa ta'ala".
Sebagaimana hal tersebut telah ditunjukkan dalam
dalil-dalil yang jelas dari Al Qur'an dan Sunnah Nabi shalallahu alaihi
wasallam.
Bersambung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar